1. Cuban
Posters
Gaya Cuban Posters muncul di Kuba pada sekitar tahun 1960-an, desain poster
gaya ini untuk kampanye yang bertema negara solidaritas yang seideologi.
Ciri-ciri Cuban Posters :
o Menggunakan berbagai macam variasi dari
gaya pop-art, psychedelia, dan folklore.
o Menampilkan warna kontras.
o Menyuarakan revolusi, rasisme sosialis.
o Poster kultural dan politik dengan
berbagai gaya visual.
2.
Tachisme
Tachisme merupakan gaya desain abstrak yang populer di Prancis pada tahun 1940
– 1950an, dan gaya ini dianggap sebagai yang mengenai eropa serta setara dengan
abstrak expressionism. Tachisme juga menjadi bagian dalam suatu pergerakan yang
dikenal sebagai seni informel, yang meninggalkan abstrak geometris dan
cenderung pada satu format ungkapan yang intuitif serupa lukisan abstrak.
Desainer yang berpengaruh adalah
Jean Dubuffet, Pierre Soulages, Nicholas de Stael, Hans Hartung, Serge
Poliakoff, and Georges Mathieu. Ciri-ciri Tachisme :
o Sebagian besar tidak menggunakan abstrak
geometris
o Berupa desain/lukisan abstrak
o Memakai tetes atau gumpalan cat lang
lurus dan langsung dari tabung.
3.
Kitsch

Dalam dunia seni kitsch biasa digunakan untuk bahwa suatu karya tersebut
memiliki nilai yang berlebihan (sentimental), vulgar, dan memiliki suatu makna
tertentu. Gaya aliran kitsch dianggap sebagai “outsiders art”, istilah kitsch
jarang dijumpai dalam desain grafis, tetapi di wakili dengan istilah “Era
50-an”.
Contoh desain Kitsch
Desainer yang berpengaruh dalam aliran
kitsch ini adalah Grant Wood, Norman Rockwell dan James Montgomery.
Ciri-ciri Kitsch :
o Penggunaan warna yang lebih menarik dan
bervariasi.
o Menggunakan prinsip title dan sub-title.
o Menggunakan campuran dari teknik-teknik
lain seperti fotografi dan kolase.
o Over sentimental dan vulgar. Desain
Kitsch
4.
Kubisme

Kubisme adalah gaya desain yang memandang bahwa semua bentuk terwujud dari
benda-benda geometris seperti kubus, bola, setigiga, kerucut dan silinder. Gaya
ini dimotori oleh Pablo Picasso dan Georges Braque ada sekitar tahun 1900 –
1910. Dalam karya seni kubisme, benda dipecahkan, dianalisis, dan diatur
kembali dalam bentuk abstrak—daripada menampilkan obyek dari satu sudut
pandang, seniman menampilkan subyek dari berbagai sudut pandang untuk
menjelaskan subyek dalam konteks yang lebih besar.
Ciri-ciri desain Kubisme :
o Terkadang permukaan bersilangan dalam
sudut acak, sehingga menghapus kedalaman lukisan yang jelas.
o Bentuk objek terdiri atau berasal dari
bentuk-bentuk geometris.
o Latar dan obyek menembus satu sama lain
untuk membentuk ruang ambigu dangkal.
Sumber :
https://kotakkreatif.wordpress.com/pembelajaran/multimedia/mengenal-desain-grafis/gaya-desain-grafis/