Flat
Design adalah sebuah style desain dimana fokus pada kesederhanaan (simpel).
Saat ini Flat Design sedang menjadi tren dikalangan desainer web yang banyak
diaplikasikan pada tampilan User Interface (UI) dan untuk membangun User
Experience Design (UX) yang mengesankan. Meskipun Flat Design bukan hal yang
baru, namun akhir-akhir ini telah menjadi tren di tahun 2013, bahkan mungkin sampai
beberapa tahun kedepan.
Konsep
Flat Design tidak melibatkan unsur 3D, shadow, gradient, bevel dan lain-lain.
Meskipun demikian, Flat Design bukan berarti tanpa efek sama sekali. Flat
Design lebih menekankan pada penggunaan warna yang solid, typography, dan
elemen User Interface (UI) yang lebih sederhana. Salah satu keuntungan
menggunakan Flat Design adalah dapat bekerja secara optimal pada teknologi
responsive design web.
Selain
itu, membangun User Experience Design (UX) dengan elemen Flat Design dapat
menjadi hal yang menarik bagi pengunjung.
Komponen
dan Karakteristik Flat Design — Dipengaruhi oleh desain Swiss (internasional)
dan minimalis artistik, flat design menggunakan teknik dari berbagai media dan
era dan menariknya semua itu tergabung menjadi satu. Berikut ini adalah lima
taknik yang paling dikenali dari karakteristik flat desain.
1. Long shadow
Long
shadow atau bayangan yang panjang adalah bagian dari Flat 2.0, long shadow ini
menambah kedalaman dan kompleksitas, bayangan ini tidak mengorbankan
unsur-unsur minimalis, elemen ini membuat flat design menjadi menarik.
2. Warna yang dinamis
Untuk
meningkatkan efek visual yang jarang, flat design mengimplementasikan
penggunaan warna yang dinamis, terutama warna-warna cerah. Warna-warna yang
memiliki energi kontras dengan satu sama lainnya yang akhirnya menimbulkan
warna yang terlihat kusam di halaman web.
Karna
masalah warna di flat design ini sangat krusial, website Flat UI Colors
mengkoleksi beberapa warna penting yang sering digunakan.
3. Tipografi yang sederhana
Tipografi
dalam flat design tetap sederhana dan mudah untuk dibaca, yang biasanya setara
dengan sans serif.
4. Ghost Button
Salah
satu elemen paling trendi di dunia web desain akhir-akhir ini adalah penggunaan
Ghost Button, yaitu sebuah tombol yang biasanya letaknya sangat strategis dan
terlihat seperti kotak yang hanya terlihat bagian pinggirnya saja
(border/stroke), sedangkan bagian dalamnya kosong.
5. Minimalis
Flat
desain dan minimalis itu bergandengan tangan, berbagi banyak prinsip yang sama
seperti kesederhanaan dan desain yang berfokus pada konten.
Meskipun
desain minimalis itu terlihat sederhana dan mudah, namun nyatanya cukup sulit
untuk menerapkan desain minimalis. Dengan sedikitnya elemen berarti Anda harus
menggunakan elemen yang tersedia dengan sangat hati-hati.
Kelebihan Flat Design
·
Cukup kondusif untuk desain responsif
·
Mudah untuk pengguna dalam mempelajari
sistem dan melakukan navigasi
·
Tata letaknya terstruktur dan visual yang
tumpul menghadirkan suasana yang logis
·
Waktu muat(loading) lebih cepat
·
Tipografi yang sederhana meningkatkan
keterbacaan
Kekurangan Flat Design
·
Sulit untuk dibuat atau sulit untuk
melakukannya dengan baik.
·
Gayanya yang sederhana bisa menghilangkan
karakter web Anda.
·
Tidak ada hirarki visual yang berbeda
·
Website Anda jadi kurang unik/kurang
individual karena popularitasnya.
·
Resiko munculnya kebosanan sangat tinggi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar