Senin, 25 Januari 2016

Flat Design


Flat Design adalah sebuah style desain dimana fokus pada kesederhanaan (simpel). Saat ini Flat Design sedang menjadi tren dikalangan desainer web yang banyak diaplikasikan pada tampilan User Interface (UI) dan untuk membangun User Experience Design (UX) yang mengesankan. Meskipun Flat Design bukan hal yang baru, namun akhir-akhir ini telah menjadi tren di tahun 2013, bahkan mungkin sampai beberapa tahun kedepan.
Konsep Flat Design tidak melibatkan unsur 3D, shadow, gradient, bevel dan lain-lain. Meskipun demikian, Flat Design bukan berarti tanpa efek sama sekali. Flat Design lebih menekankan pada penggunaan warna yang solid, typography, dan elemen User Interface (UI) yang lebih sederhana. Salah satu keuntungan menggunakan Flat Design adalah dapat bekerja secara optimal pada teknologi responsive design web.
Selain itu, membangun User Experience Design (UX) dengan elemen Flat Design dapat menjadi hal yang menarik bagi pengunjung.
Komponen dan Karakteristik Flat Design — Dipengaruhi oleh desain Swiss (internasional) dan minimalis artistik, flat design menggunakan teknik dari berbagai media dan era dan menariknya semua itu tergabung menjadi satu. Berikut ini adalah lima taknik yang paling dikenali dari karakteristik flat desain.
1. Long shadow
Long shadow atau bayangan yang panjang adalah bagian dari Flat 2.0, long shadow ini menambah kedalaman dan kompleksitas, bayangan ini tidak mengorbankan unsur-unsur minimalis, elemen ini membuat flat design menjadi menarik.
2. Warna yang dinamis
Untuk meningkatkan efek visual yang jarang, flat design mengimplementasikan penggunaan warna yang dinamis, terutama warna-warna cerah. Warna-warna yang memiliki energi kontras dengan satu sama lainnya yang akhirnya menimbulkan warna yang terlihat kusam di halaman web.
Karna masalah warna di flat design ini sangat krusial, website Flat UI Colors mengkoleksi beberapa warna penting yang sering digunakan.
3. Tipografi yang sederhana
Tipografi dalam flat design tetap sederhana dan mudah untuk dibaca, yang biasanya setara dengan sans serif.
4. Ghost Button
Salah satu elemen paling trendi di dunia web desain akhir-akhir ini adalah penggunaan Ghost Button, yaitu sebuah tombol yang biasanya letaknya sangat strategis dan terlihat seperti kotak yang hanya terlihat bagian pinggirnya saja (border/stroke), sedangkan bagian dalamnya kosong.
5. Minimalis
Flat desain dan minimalis itu bergandengan tangan, berbagi banyak prinsip yang sama seperti kesederhanaan dan desain yang berfokus pada konten.

Meskipun desain minimalis itu terlihat sederhana dan mudah, namun nyatanya cukup sulit untuk menerapkan desain minimalis. Dengan sedikitnya elemen berarti Anda harus menggunakan elemen yang tersedia dengan sangat hati-hati.

Kelebihan Flat Design
·         Cukup kondusif untuk desain responsif
·         Mudah untuk pengguna dalam mempelajari sistem dan melakukan navigasi
·         Tata letaknya terstruktur dan visual yang tumpul menghadirkan suasana yang logis
·         Waktu muat(loading) lebih cepat
·         Tipografi yang sederhana meningkatkan keterbacaan
Kekurangan Flat Design
·         Sulit untuk dibuat atau sulit untuk melakukannya dengan baik.
·         Gayanya yang sederhana bisa menghilangkan karakter web Anda.
·         Tidak ada hirarki visual yang berbeda
·         Website Anda jadi kurang unik/kurang individual karena popularitasnya.
·         Resiko munculnya kebosanan sangat tinggi.



http://longscripts.blogspot.co.id/2015/09/kelebihan-dan-kekurangan-flat-design.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar